
Demi memelihara perutnya dari makanan yang tidak halal , Idris pun langsung menyanggupinya. Sebulan berlalu begitu saja. Idris kemudian menemui pemilik kebun . “Tuan , saya sudah menjaga dan membersihkan kebun anda selama sebulan . Apakah tuan sudah menghalalkan delima yang sudah saya makan ?”“Tidak bisa, ada satu syarat lagi. Kamu harus menikahi putri saya; Seorang gadis buta, tuli ,bisu dan lumpuh .” Idris terdiam. Tapi dia harus memenuhi persyaratan itu . Idris pun dinikahkan dengan gadis yang disebutkan. Pemilik menikahkan sendiri gadisnya dengan disaksikan beberapa orang, tanpa perantara penghulu. Setelah akad nikah berlangsung, tuan pemilik kebun memerintahkan Idris menemui putrinya di kamarnya. Ternyata, bukan gadis buta, tulis, bisu dan lumpuh yang ditemui, namun seorang gadis cantik yang nyaris sempurna. Namanya Ruqayyah. Sang pemilik kebun tidak rela melepas Idris begitu saja.
Seorang pemuda yang jujur dan menjaga diri dari makanan yang tidak halal . Ia ambil Idris sebagai menantu , yang kelak memberinya cucu bernama Syafi’i , seorang ulama besar, guru dan panutan bagi jutaan kaum muslimin di dunia.
Sumber : NU Online
0 komentar:
Posting Komentar