Media Sebagai Bagian Dari Dakwah untuk menyampaikan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah.


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)
Tampilkan postingan dengan label do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label do'a. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2021

Keberkahan Bulan Rajab


Suatu hari Rasulullah bersama sahabatnya mendapati situasi krisis air. Hingga waktu shalat Ashar tiba, mereka yang berikhtiar mencarinya di berbagai tempat tidak berhasil memperolehnya. Air yang tersedia hanyalah air sisa yang jumlahnya tak banyak. Dalam situasi tersebut, Nabi melakukan sesuatu yang membuat orang tercengang. Rasulullah memasukkan tangan beliau ke dalam air sisa yang berada dalam sebuah wadah itu dan berseru kepada para sahabatnya, "Ayo mulailah berwudhu. Barakah datang dari Allah." Para sahabat menyaksikan di sela-sela jari Nabi memancar air. Para sahabat tak hanya bisa wudhu dengan sempurna, tapi juga menghilangkan rasa haus karena air juga bisa diminum. Kisah ini bisa kita temukan dalam 'Umdatul Qari' Syarah Shahih Bukhari. 




Yang menarik dari cerita tadi adalah kata-kata Rasulullah tentang "al-barakah mina-Llâh". Kisah tersebut menunjukkan bahwa berkah bersumber dari Allah, bukan manusia, air, pohon, matahari, atau lainnya. Meskipun, objek yang diberkahi itu bisa apa saja, termasuk air dan jemari Nabi. Krisis air bukan halangan bagi para sahabat untuk beribadah, bahkan mereka bisa sekaligus menyaksikan mukjizat Nabi yang tentu kian meningkatkan keteguhan iman mereka.


    Dalam Lisanul Arab, "barakah" dimaknai sebagai an-mâ' waz ziyâdah, tumbuh dan bertambah. Sebagian ulama merinci lagi bahwa berkah adalah bertambahnya kebaikan (ziyâdaatul khair). Kebaikan yang dimaksud tentu bukan kenikmatan duniawi, melainkan tingkat kesadaran kita kepada Allah, taqarrub ilallah. Berkah dengan demikian tidak terkait dengan banyak atau sedikitnya harta benda. Orang yang kaya raya bisa jadi tidak mendapat keberkahan hidup ketika harta bendanya justru membuatnya merasa perlu dihormati, merendahkan orang miskin, berfoya-foya, atau untuk aktivitas maksiat. 

Sebaliknya, kemiskinan bisa mendatangkan berkah saat hal itu melatihnya bersabar, mensyukuri nikmat, atau bersikap baik kepada tetangga. Berkah juga tidak harus berhubungan dengan kesehatan. Sebab, kondisi sakit pun kadang bisa membuat orang instrospeksi diri (muhasabah), tobat, dzikir, dan mengingat-ingat hak-hak orang lain yang mungkin ia langgar. Meskipun, sakit pun juga bisa berbuah malapetaka ketika seseorang justru lebih banyak mengeluh, mencibir karunia Allah, atau melakukan sesuatu yang melampaui batas. Tempat yang berkah tak mesti subur, sejuk, atau yang pemandangannya indah. Buktinya Allah memberi keistimewaan kepada tanah Makkah yang gersang. Begitu pula dengan waktu. Waktu yang berkah belum tentu saat-saat hari raya atau hari berkabung. Tapi keberkahan waktu itu datang manakala segenap peristiwa di dalamnya membuat kita sekain dekat dengan Allah.

      

Terkait dengan berkah atau barokah, Rasulullah memberi  teladan kepada umatnya untuk memanjatkan doa ketika memasuki bulan Rajab:


‎ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ 


“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)


Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, terdapat empat  bulan haram di luar Ramadhan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Saat tiba waktu Rajab, yang Rasulullah minta adalah keberkahan bulan ini, lalu keberkahan bulan Sya’ban, hingga ia dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Saat bulan Rajab tiba, Rasulullah tidak memohon kekayaan, kesehatan, atau kenikmatan duniawi secara khusus. Beliau berdoa agar dilimpahi keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban seiring dengan menyongsong bulan Ramadhan. Secara tidak langsung, doa ini adalah permohonan panjang umur. Tentu saja bukan sekadar usia panjang, tetapi usia yang bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah. 


Inti dari berkah adalah peningkatan taqarrub kita kepada Allah, sehingga kepribadian kita diliputi oleh sifat-sifat yang mencerminkan perintah Allah: jujur, adil, rendah hati, peduli sesama, penyayang, tidak serakah, tidak gemar menggunjing atau menghakimi orang lain, dan lain sebagainya. Kita juga semakin rajin memaknai setiap aktivitas kita atas dasar nilai ibadah. Bekerja untuk menafkahi keluarga karena Allah, ikut kerja bakti tingkat RT karena Allah, bertegur sapa dengan tetangga karena Allah, dan seterusnya. Apakah kita tak boleh berdoa memohon harta atau kesehatan di bulan Rajab ini? Tentu saja boleh. Hanya saja, yang lebih penting dari banyaknya kekayaan dan kesehatan adalah berkah, yakni suatu kondisi yang mampu menambah ketaatan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Diterangkan dalam Shahih Bukhari, Rasulullah sendiri pernah mendoakan sahabatnya, Anas dengan pernyataan: 


اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالَهُ، وَوَلَدَهُ، وَبَارِكَ لَهُ فِيمَا أعْطَيْتَه


Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah karunia yang Engkau berikan kepadanya.”


 Kata berkah di sini merupakan kunci dari segenap nikmat lahiriah. Dengan keberkahan seseorang tidak hanya kaya harta tapi juga kaya hati: merasa cukup, bersyukur, dan tidak tamak; tidak hanya mementingkan kuantitas anak, tapi juga kualitasnya yang shalih, cerdas, dan berakhlak. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah, Dari uraian ini jelas bahwa bulan Rajab menjadi berkah tatkala ada perkembangan dalam diri kita terkait kedekatan dan ketaatan kita kepada Allah. Ketika keberkahan itu datang, secara otomatis kualitas kepribadian kita pun meningkat, baik dalam kondisi sulit maupun lapang, sehat maupun sakit, punya banyak utang maupun dilimpahi keuntungan.  Keberkahan di bulan Rajab dan Sya'ban ini penting mengingat kita akan menghadapi bulan Ramadhan, bulan yang jauh lebih mulia dan berlimpah keutamaan. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa diberkahi, senantiasa diberi petunjuk, dan dipanjangkan umurnya hingga bisa menjumpai Ramadhan. Wallahu a'lam.


Nanti malam kita memasuki bulan rajab. Mari kita sambut dengan bahagia semoga kita dilimpahkan keberkahan dibulan rajab.


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد ۞الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّقَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Share:

Amalan Agar Kaya di Jumat terakhir bulan Rajab


Fatwa Habib Salim bin Abdullah as-Syathiri ihwal amalan kaya di Jumat terakhir bulan Rajab.

Amalan Bulan Rajab


(فائدة مهمة

قد جاء فى كنز النجاح والسرور ان من قرأ فى آخر جمعة من رجب والخطيب على المنبر أحمد رسول الله محمد رسول الله خمسا وثلاثين مرة لا تنقطع الدرهم من يده تلك السنة

.السؤال كيف يقرأ والخطيب على المنبر وهو فى نفس الوقت مأمور بالانصات 

الجواب أنه ليس من شروط القراءة التلفظ بل استحضارها بالقلب يكفي او يقرأ حال الجلوس على المنبر قبل الخطبة

 او يقرأ حال الدعاء او الترضي من الصحابة لان المراد بالانصات حال الخطبة هو الانصات حال استماع اركان الخطب لاغير.اه‍

والله اعلم بالصواب واليه المرجع والمآب


“Dalam kitab Kanzun Najah Was Surur disebutkan bahwa barangsiapa membaca “Ahmad Rasulullah, Muhammad Rasulullah” sebanyak 35 kali di Jumat terakhir bulan Rajab pada saat khatib di atas mimbar, maka dirham tidak akan terputus di tangannya pada tahun itu.


Bagaimana kita membacanya? Sedangkan khatib di atas mimbar, dan di waktu itu kita diperintahkan untuk diam mendengar khutbah?


Jawab: tidak disyaratkan untuk membacanya dengan mulut akan tetapi di dalam hati saja sudah cukup, atau dibaca ketika khatib duduk di mimbar sebelum khutbah, atau ketika do’a untk para sahabat, karena yang dimaksud untuk diam di dalam khutbah (الإنصات ) adalah diam mendengarkan rukun khutbah, bukan yang lainnya.”


Zikir ini juga disarankan al-Imam Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi.


Beliau memberikan ijazah kepada para murid dan pecintanya untuk membaca,


اَحْمَدُ رَسُولُ اللّٰهِ مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللّٰهِ


Artinya, “Ahmad adalah Rasulullah, Muhammad adalah Rasulullah.” Sebanyak 35 kali di hari Jumat terakhir bulan Rajab, ketika khatib sedang berkhutbah.


Beliau berkata, “Barangsiapa membaca kalimat di atas pada Jumat terakhir bulan Rajab, ketika khatib sedang berkhutbah, maka selama setahun tangannya tidak akan pernah kosong dari uang.”


Untuk kaum wanita membacanya di waktu sekiranya khatib sudah naik ke mimbar khutbah Jumat.


Amalan berikutnya dari Mbah Maimun Zubair, yaitu membaca Istighfar 700/70/7 kali sebelum sholat Jum’at. lafalnya berikut :


أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدِ ظَالِمٍ لاَ يـَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا 

وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung Yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) dan saya taubat pada-Nya dengan taubat seorang hamba yang dzalim yang tak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi kematian, kehidupan, dan kebangkitan”.


Barang siapa yang membacanya 700/70/7 kali sebelum khatib naik mimbar pada Jum’at terakhir bulan Rajab, maka akan dimudahkan rizqinya sepanjang tahun ini.


*(Dari Sayyidil Habib Muhammad bin Husein Anis Al Habsyi Solo)*

Share:

Minggu, 24 Juni 2018

Doa Pengantin Baru



Share:

Selasa, 07 November 2017

Doa Agar Terhindar Dari Yang Haram

Jika kamu lakukan sesuatu yg haram, dan kamu tahu ianya haram tetapi kamu tidak dapat meninggalkannya ?

Bacalah Doa ini :

" اللهم احرمني لذة معصيتك وارزقني لذة طاعتك "

Ya Allah ya Tuhanku, Haramkanlah aku kelazatan maksiat kepadamu, dan berikanlah aku kelazatan Taat kepadamu.
Share:

Minggu, 05 November 2017

DOA-DOA KETIKA MENUNTUT ILMU



*Do'a Penerang Hati*

اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ ﭐلأَرْضِ بِنُوْرِ شَمْسِكَ أَبَدًا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“ Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya petunjuk-Mu sebagaimana Engkau bumi dengan matahari-Mu selama-lamanya, Ya Allah Yang Maha Mengasihani. ”

*Do'a Pembuka Hati*

اَللَّهُمَّ اَلْهِمْنِيْ رَشْدِيْ وَقِنِيْ شَرَّ نَفْسِيْ

“ Ya Allah, berikan aku petunjuk dan peliharalah aku dari kejahatan sendiri.”

*Do'a Sebelum Belajar *

اَللَّهُمَّ ﭐفْتَحْ عَلَيْنَا حِكْمَتَكَ وَﭐنْشُرْ عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“ Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmat-Mu dan limpahkanlah ke atas kami khazanah-Mu, Wahai Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. ”

*Do'a Mengkaji Ulang Pelajaran*

اَللَّهُمَّ أَخْرِجْنِيْ مِنْ ظُلُمَاتِ ﭐلوَهْمِ وَأَكْرِمْنِيْ بِنُوْرِ ﭐلفَهْمِ وَﭐفْتَحْ عَلَيَّ بِمَعْرِفَتِكَ وَسَهَّلْ لِيْ أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

“ Ya Allah, jauhilah aku dari kebingungan, muliakanlah aku dengan cahaya ilmu dan pengertian, bukakanlah kepadaku makrifat-Mu, dan mudahkanlah bagiku pintu-pintu kurnia-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih.”

*Do'a Sedang Belajar*

اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا فُتُوْحَ ﭐلعَارِفِيْنَ وَارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّـيْنَ وَإِلْهَامَ ﭐلمَلاَئِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحمِيِْنَ

“ Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami sebagaimana orang-orang yang arif , Kurniakanlah kepada kami kefahaman Nabi-Nabi dan ilham para Malaikat yang hampir dengan-Mu, dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. ”

*Do'a Ketika Menghadapi Pemeriksaan*

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْلِيْ أَمْرِيْ 

“ Ya Allah, Lapangkanlah dada(jiwaku) dan permudahkanlah urusanku.”

*Do'a Mohon Diberi Kecerdasan Berfikir*

اَللَّهُمَّ اَلْهِمْنِيْ رَشْدِيْ وَأَعِذْنِى مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ

“ Ya Allah, ilhamkanlah kepadaku kecerdasan dan lindungilah dari kejahatan nafsuku.” 

*Do'a Selepas Belajar*

اَللَّهُمَّ إِنِِِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلِمْتَنِـيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلاَ تَنْسَنِيـْهِ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

*Do'a Dimudahkan Faham dan Hafal Pelajaran* ( Surah Al-Anbiya’: ayat 79) 

فَفَهَمْنَاهاَ سُلَيْمَانَ وَكُلاَّ اَٰتَيْناَ حِكْماً وَعِلْمً وَسَخََّرْناَ مَعَ دَاوُدَالجِْبَالَ يُسَّبِحْنَ وَالطَّيْرِ وُكناَّ فَاعِلِيْنَ , وَ ياَ حَيُّ يَا قَيُّومُ ياَ رَبَّ مُوسَىٰٰ وَهَارُوْنَ وَرَبَّ إِبْرَاهِيْمَ وَياَ رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ (صلى الله عليه وسلم) عَلَيْهِمْ أَجمْـَعِيْنَ , اَللَّّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الفَهْمَ وَالعِلْمَ وَالحِكْمَةً وَالعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ

“ Kami fahamkan Sulaiman akan dia, dan masing-masing kami berikan hukum dan ilmu, kami tundukkan gunung-ganang dan burung kepada Daud, dan semuanya itu Kamilah yang membuatnya. Ya Allah, Tuhan Musa dan Tuhan Harun, Tuhan Ibrahim dan Tuhan sekalian makhluk, berilah aku rezeki, faham ilmu dan hikmah, dan fikiran dengan-Mu, Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih

*Do'a Atabatul Ghulam :* Merangsang Kecerdasan Akal

إِلَـٰهِيْ إِنْ كُنْتَ قَبِلْتَ تَوْبَتِيْ وَغَفَرْتَ حَوْبَتِيْ فَأَكْرِمْنِيْ بِالْفَهْمِ وَالحِفْظِ حَتَّىٰ أَحْفَظَ كُلَّ مَا سَمِعْتُ مِنَ العِلْمِ وَالقُرْءَانِ ۰إِلَـٰهِيْ أَكْرِمْنِيْ بِحُسْنِ الصَّوْتِ وَالنَّغْمَةِ حَتَّى أَنَّهُ مَنْ سَمِعَ قِرَاءََتِيْ يَزْدَادُرِقَّةً فِيْ قَلْبِهِ إِنْ كَانَ قَاسِيَ القَلْبِ ۰إِلَـٰهِيْ أَكْرِمْنِيْ بِالرِّزْقِ الحَلاَلِ وَارْزُقْنِيْ مِنْ حَيْثُ لاَ أَحْتَسِبُ ۰

“ Ya Allah, bila Engkau terima taubatku dan Engkau ampuni dosaku maka berilah aku kemuliaan dengan mudah faham dan mudah hafal, sehingga aku dapat menghafal semua yang aku dengar dari ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an. Ya Allah, berilah aku kemuliaan dengan bagus suara dan baik langgam suara, hingga sesiapa yang mendengar bacaanku hatinya merasa kasih sayang dan lemah lembut meskipun ada seseorang yang keras hati. Ya Allah, berilah kemurahan dengan rezeki yang tidak terkira.”

*Do'a Menerangkan Hati Supaya Dapat Memiliki Ilmu yang Luas dengan cepat* ( Surah Al-Kahfi : Ayat 107-110)

إِنَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّـٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلاً ﴿۱۰۷﴾ خَـٰلِدِيْنَ فِيْهاَ لاَ يَبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلاً ﴿۱۰۸﴾ قُل لَّوْكَانَ ﭐلْبَحْرُ مِدَادًالِّكَلِمَاتِ رَبِّى لَنَفِدَ ﭐلبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنَفَدَ كَلِمَـٰتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بَمِثْلِهِ مَدَادًا ﴿۱۰۹﴾ قُلْ إِنَّمَآ أَنَاْ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحَىٰۤ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَـٰلِحًا وَلاَ يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ ۤ أَحَدَا۰

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka adalah syurga Firdaus menjadi tempat tinggal.(107). Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.(108). Katakanlah : “ Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ( ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”(109). Katakanlah : “ Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : “ Bahawa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.(110)

*Do'a Pengunci Hafalan* ( Surah Al-A’raaf : Ayat 171) 

* Dibaca setelah selesai belajar untuk mengunci perkara-perkara yang telah dipelajari di dalam sistem ingatan. Boleh juga ditulis pada halaman pertama buku atau nota pelajaran.

وَإِذْ نَتَقْنَا الجِبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوۤۤاْ أَنَّهُ وَاقِعُ بِهِمْ خُذُواْ مَآءَاتَيْنَـٰكُم بِقُوَّةٍ وَﭐذْكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ﴿۱۷۱

“ Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahawa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka) : “Peganglah denagn teguh dengan apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa.”

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلَّهِ , وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهِ وَﭐللهُ أَكْبَرْ , وَلاَ حَوْلاَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ , عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ أَوْ يُكْتَبُ أَبَدَ الأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِيْنَ يَا رَبَّ العالَمِيْنَ 

“ Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah Tiada Tuhan melainkan Allah Maha Besar. Tiadalah daya dan kekuatan melainkan daya dan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Sebanyak setiap huruf yang telah ditulis (oleh manusia) atau yang akan ditulis. Terus menerus selama berkekalan kurun dan berterusan masa.
Share:

Sabtu, 04 November 2017

Amalan Bahagia dan Dimudahkan Hajat


ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﻓﺘﻮﺡ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻟﻼ‌ﻣﺎﻡ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ...

ﺍﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺍﻻ‌ﻳﺎﺕ ﺍﻟﺘﺎﻟﻴﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺼﺒﺎﺡ ...
ﻟﻢ ﻳﺰﻝ ﻓﻲ ﺳﻌﺎﺩﺓ ﻭﻳﺴﺮ ﻭﻓﺮح - ﺧﺎﺻﺔ ﻓﻲ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺤﻮﺍﺋﺞ - ﺣﺘﻲ ﻳﻤﺴﻲ ﻭﺍﻻ‌ﻳﺎﺕ ﻫﻲ :

* ( ﻓﻌﺴﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻥ ﻳﺎﺗﻲ ﺑﺎﻟﻔﺘﺢ ﺍﻭ ﺍﻣﺮ ﻣﻦ ﻋﻨﺪﻩ ) .
* ( ﻭﻋﻨﺪﻩ ﻣﻔﺎﺗﺢ ﺍﻟﻐﻴﺐ ﻻ‌ ﻳﻌﻠﻤﻬﺎ ﺍﻻ‌ﻫﻮ ) .
* ( ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻓﺘﺢ ﺑﻴﻨﻨﺎ ﻭﺑﻴﻦ ﻗﻮﻣﻨﺎ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﺃﻧﺖ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﻴﻦ) .
* ( ﻭﻟﻮ ﺍﻥ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻘﺮﻯ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻭﺍﺗﻘﻮﺍ ﻟﻔﺘﺤﻨﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﺮﻛﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺍﻻ‌ﺭﺽ ) .
* ( ﺍﻥ ﺗﺴﺘﻔﺘﺤﻮﺍ ﻓﻘﺪ ﺟﺎﺀﻛﻢ ﺍﻟﻔﺘﺢ ) .
* ( ﻭﻟﻤﺎ ﻓﺘﺤﻮﺍ ﻣﺘﺎﻋﻬﻢ ﻭﺟﺪﻭﺍ ﺑﻀﺎﻋﺘﻬﻢ ﺭﺩﺕ ﺍﻟﻴﻬﻢ ) .
* ( ﻭﺍﺳﺘﻔﺘﺤﻮﺍ ﻭﺧﺎﺏ ﻛﻞ ﺟﺒﺎﺭ ﻋﻨﻴﺪ ) .
* ( ﻭﻟﻮ ﻓﺘﺤﻨﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑﺎﺑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﻈﻠﻮﺍ ﻓﻴﻪ ﻳﻌﺮﺟﻮﻥ ) .
* ( ﺭﺏ ﺍﻥ ﻗﻮﻣﻲ ﻛﺬﺑﻮﻥ . ﻓﺎﻓﺘﺢ ﺑﻴﻨﻲ ﻭﺑﻴﻨﻬﻢ ﻓﺘﺤﺎ ﻭﻧﺠﻨﻲ ﻭﻣﻦ ﻣﻌﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺆ ﻣﻨﻴﻦ ) .
* ( ﻣﺎ ﻳﻔﺘﺢ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ ﻓﻼ‌ ﻣﻤﺴﻚ ﻟﻬﺎ ﻭﻣﺎ ﻳﻤﺴﻚ ﻓﻼ‌ ﻣﺮﺳﻞ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻌزيز ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ) .
* ( ﺣﺘﻲ ﺍﺫﺍ ﺟﺎﺀﻭﻫﺎ ﻭﻓﺘﺤﺖ ﺍﺑﻮﺍﺑﻬﺎ ) .
* ( ﻭﺃﺛﺎﺑﻬﻢ ﻓﺘﺤﺎ ﻗﺮﻳﺒﺎ . ﻭﻣﻐﺎﻧﻢ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﻳﺎﺧﺬﻭﻧﻬﺎ ) .
* ( ﻓﻔﺘﺤﻨﺎ ﺍﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺑﻤﺎﺀ ﻣﻨﻬﻤﺮ ) .
* ( ﻧﺼﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻓﺘﺢ ﻗﺮﻳﺐ ) .
* ( ﻭﻓﺘﺤﺖ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﻜﺎﻧﺖ ﺍﺑﻮﺍﺑﺎ ) .
* ( ﺍﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﻧﺼﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ) ﺻﺪﻕ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ---
ﻭﻫﺬﻩ ﺗﺴﻤﻲ ﺑﺂﻳﺎﺕ ﺍﻟﻔﺘﺢ . ﻭﻫﻲ ﻣﻔﻴﺪﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻀﻴﻖ ﻭﺍﻟﻜﺮﺏ .
اللهم صل وسلم وبارك على ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭعلى ﺁﻟﻪ وصحبه ﻭﺳﻠﻢ تسليما كثيرا
Share:

Kamis, 13 April 2017

Doa Cinta Pengantin-Jalaluddin Ar Rumi


Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.
Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu. Amin..
Kata kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita
Tersimpan disuatu tempat rahasia di Surga
Pada suatu hari, mereka aka berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar
Dan misteri cinta kita akan tumbuh bersemi
Disegala penjuru bumi

(Doa Cinta Pengantin - Jalaluddin Ar Rumi)
Share:

Selasa, 14 Maret 2017

Ramuan Penolak Sihir


*RAMUAN TOLAK SIHIR*


Oleh: Ahmad Zain Bad.



Setiap yang bernyawa pasti pernah merasakan sakit, entah itu sakit flu, batuk, kena sihir atau yang lain-lain.
Anjuran berobat ketika mengalami sakit adalah perintah agama. Agar umatnya senantiasa sehat dan bugar. 

( ويسن ) للمريض ( التداوي ) لخبر - إن الله لم يضع داء إلا وضع له دواء غير الهرم ـ قال الترمذي حسن صحيح . 

(Mugnil Muhtaj halaman 573)

Muslim yang sehat lebih baik dari pada muslim yang sakit-sakitan.

Berobatpun beragam macam caranya, ada yang menggunakan bahan kimia, herbal dan sejenis doa-doa yang telah dibacakan ke atas minuman.  Berikut ini sangat menarik lagi mujarab bagi yang sedang mengalami sakit apapun.
Dikutip dari kitab Nawadir karangan ulama' kawakan yang telah menyusun beberapa puluh kitab diantaranya;
1. Hasyiyah Syarah al Jurumiyah
2. Hasyiyah Syarah Isaguji, 
3. Hasyiyah Syarah Thahir, (Fiqih).
4. Majma'ul Muhibbin, (Fiqih).
5. Al Jami, (ilmu Thib).
6. Tadzkirah al Qaliyubi, (kesehatan).
7. Hasyiyah al Qaliyubi, Hasyiyah kitab Mahalli. 
Salah satu kitab karangan dia sangat terkenal di Indonesia, yakni kitab Hasyiyah al Qaliyubi karena diletakkan dalam satu kitab yang terkenal dengan nama "Al Mahalli".

Berikut keterangannnya;

 فائدة ; روي أنه صلى  الله عليه وسلم قال " علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ،  فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن  بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة  الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين  مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي  جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع  الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى ".  ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان  والتخم العطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع  إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبيرة اختصرناها ،  والله أعلم 

Diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda ; Jibril mengajariku  sebuah obat dengannya saya tidak lagi butuh pada obat lain dan dokter. Kemudian Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, bertanya ; Apa itu, wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat tersebut. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda; Ambillah air hujan secukupnya, dan  bacakanlah atasnya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, dan  ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70 kali. Diminum pagi dan  sore selama 7 hari. 

Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak  sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku : " Sesungguhnya, barang siapa meminum air tersebut, maka Allah akan  menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya. Dan Allah akan menyembuhkan  dari semua macam sakit. Dan barangsiapa pula meminumkan air tersebut  pada istrinya, lalu tidur bersama dengan sang istri , maka istri akan  bisa hamil dengan idzin Allah.

Dan air tersebut juga bisa  menyembuhkan mata yang sakit, menghilangkan guna-guna, santet dan sihir,  menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan,  sembelit, kecing tidak lancar. dan tidak butuh dibekam (canduk) dan  kemanfaatan-kemanfaatan lain yang hanya Allah yang tahu.

Dan teruntuk yang sakit semoga diberikan kesembuhan. Saya hanya bisa membantu dalam bentuk doa dan tulisan. 😀
Share:

Minggu, 12 Maret 2017

Shalawat Azhimiyah

*SELAWAT INI MEMBANDINGI 100 KALI KHATAMAN  DALAILUL KHAIRAT???



Adapun fadilahnya bhwa dibaca 1 kali membandingi 100 kali khataman kitab selawat Dalailul khairat dan barang  siapa yang  membaca  12 kali dihadiahkan kepada saudara /temannya dll dari ahlil kubur maka Allah luaskan kuburnya sejauh pandangan dan penebus dosa mayyit(FIDA') 



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ اِنِّي اَسْاَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِ اللهِ الْعَظِيْمِ، اَلَّذِيْ مَلَأَ اَرْكَانَ عَرْشِ اللهِ الْعَظِيْمِ، وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ اللهِ الْعَظِيْمِ ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ ذِيْ الْقَدْرِ الْعَظِيْمِ، وَعَلَى آلِ نَبِيِّ اللهِ الْعَظِيْمِ، بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِ اللهِ الْعَظِيْمِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا فِيْ عِلْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ، صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ اللهِ الْعَظِيْمِ، تَعْظِيْمًا لِحَقِّكَ يَا مَوْلَانَا يَا مُحَمَّدُ يَا ذَالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ ، وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ مِثْلَ ذَلِكَ، وَاجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ كَمَاجَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالنَّفْسِ، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا، يَقْظَةً وَمَنَامًا، وَاجْعَلْهُ يَارَبِّ رَوْحًا لِذَاتِيْ مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ، فِي الدُّنْيَا قَبْلَ اْلآخِرَةِ يَاعَظِيْمُ.
Share:

Jumat, 30 September 2016

BERBAGAI MACAM IBADAH DI BULAN MUHARRAM

*BERBAGAI MACAM IBADAH DI BULAN MUHARRAM* 



Setiap bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rojab) tiba, Syaikh Abdul Hamid Al Qudsiy selalu dijadikan rujukan ummat Islam sedunia. Hal ini karena kitab beliau, _Kanzun Najah Was Surur_, merupakan kitab rujukan tentang keutamaan bulan hijriyah terlengkap dan mendapatkan rekomendasi dari para ulama’. Salah satunya adalah ulama’ besar Makkah, Syekh Yasin bin Isa Al Fadaniy,  beliau memasukkan nama pengarang _Kanzun Najah Was Surur_ ini pada deretan nama-nama ulama’ ahli hadits paling berpengaruh di kurun abad 19 kala itu. Dan tahukah anda, bahwa Syekh Abdul Hamid Al Qudsiy adalah putera kebanggaan ibu pertiwi yang berdarah Indonesia? Demikian Syekh Yasin Al Fadani menyebutkan dalam sebuah kitabnya, _Syarah Kifayatul Mustafid li ma ‘ala minal asanid_. Wallahu A’lam.

Apa sajakah amalan yang perlu kita kerjakan pada tanggal 1 Muharram hingga 10 Muharram (hari ‘Asyura) setiap tahunnya? Berikut penjelasan dari Syekh Abdul Hamid Al Qudsiy:

*1. Membaca do'a akhir tahun* (setelah sholat Ashar, pada akhir bulan Dzulhijjah). 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَيْكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّيْ ، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Syaikh Abdul Hamid Qudsiy menukil doa akhir tahun dan awal tahun, dari gurunya, Syaikh Dairobi, dari Syaikh Sibth bin Jauzi, dari Syaikh Umar bin Quddamah Al Maqdisiy. 

Syaikh Dairobi berkata, “Para guruku tidak pernah luput berwasiat untuk selalu membaca doa tersebut. Dan aku belum pernah melewatkan doa tersebut sepanjang hidupku.”

Doa tersebut dibaca tiga kali. 

*2. Membaca do'a awal tahun* (setelah sholat Maghrib, di malam 1 Muharram).

Sebelum membaca doa awal tahun, sebaiknya membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali, dengan diiringi basmalah disetiap permulaannya.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan berkata bahwa hal tersebut merupakan benteng yang kokoh dari godaan syaitan yang terkutuk dalam setahun. Demikian halnya dengan Syaikh Utsman Ad Dimyathi dan Syaikh Hasan Al 'Idwy Al Hamzawi juga mewasiatkan tentang hal ini. Syaikh Hasan menambahkan, agar juga membaca doa berikut setelah selesai membaca Ayat Kursi. 

اللّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ الأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا مُتَعَال، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

*Bacaan do'a awal tahun:*

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرْحًا وَسُرُوْرًا ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ ، وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Do'a awal tahun ini dibaca tiga kali. 

*3. Berpuasa*
Muharram adalah bulan paling utama untuk berpuasa, setelah bulan Ramadlan. Baru kemudian diikuti Rajab, Dzulhijjah, Dzulqo'dah, dan Sya'ban. 

Al Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan, _"Diriwayatkan dari Hafshah, dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di akhir bulan Dzulhijjah dan di awal bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya penebus dosanya selama 50 tahun. Dan puasa satu hari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari"._

Hujjatul Islam Al Imam Al Ghozali berkata di dalam _Ihya'_, dari Nabi _Shollallahu 'alaihi Wa Sallam_ beliau bersabda, _"Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan-bulan mulia (Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Rojab, Muharram) di hari Kamis, Jum'at, dan Sabtunya, maka Allah akan mencatat baginya ibadah tujuh ratus tahun "._

*4. Membaca do'a pada tanggal 1 hingga 10 Muharram.*

Dibaca tiga kali:

بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ أَقْبَلَتْ نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا، فَارْزُقْنَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا مُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا، مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْنَا وَمِنْ خَلْفِنَا، وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَشَمَائِلِنَا، يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ نَرَاهُمْ، اَللَّهُمَّ آيِسْهُ مِنَّا كَمَا آيَسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ، وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ، إِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ، وَأَنْتَ تَفْعَلُ لِمَا تُرِيْدُ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

*5. Menghidupkan malam 10 Muharrom* dengan banyak-banyak berdoa, membaca Al Qur’an, dan  sholat malam. Hal ini sangat dianjurkan oleh para ulama’, karena di malam 10 Muharram terdapat banyak pertolongan Allah SWT.

Al Imam Ad Dairobi dalam Mujarrobat menyebutkan, barangsiapa di malam 10 Muharram menyempurnakan wudlunya, kemudian menghadap kiblat dengan duduk di atas kedua lututnya, dan membaca ayat Kursyi sebanyak 360 kali, disertai Bismillah tiap awalnya, setelah selesai itu semua, membacaُ,

قُل بِفَضلِ اللهِ وَبِرَحمَتِه فَبِذَالِكَ فَليَفرَحُوا هُوَ خَيرٌ مِمَّا يَجمَعُون ٤٨× (48×)

“Katakanlah (wahai Muhammad) dengan keutamaan dan rahmat Allah berbahagialah kalian, itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Kemudian mengucapkan:

اللهم اِنَّ هذِهِ لَيلَةٌ جديدة وشهر جديدة و سنة جديدة فأعطني اللهم خير ها و خير ما فيها واصرف عني شرها وشرما فيها وشر فتنتها ومحدثاتها وشر النفس والهوى والشيطان الرجيم ١٢ ×

“Yaa Allah sesungguhnya ini malam baru, bulan baru, dan tahun baru. Maka berikan aku kebaikannya dan kebaikan yang ada di dalamnya. Dan jauhkan dariku kejelekan nya dan kejelekan yang ada di dalamnya, hindari dari kejelekan fitnah nya, ke jadi anak dia di an nya, kejelekan hawa nafsu dan syaitan yang terkutuk”.

Berikutnya diakhiri dengan doa-doa ma’tsur dalam Al Qur’an yang dikehendaki, disertai doa untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat. Jangan lupa sebelum berdoa, awali dengan membaca sholawat, tasbih, dan tahlil berulang-ulang. Insyaallah dalam setahun itu akan dijaga dari segala keburukan oleh Allah SWT.

*6. Al Hafidz Ibnu Hajar  dalam kitab Fathul Baari berkata, “Barangsiapa yang membaca kalimat berikut ini  di hari ‘asyuro*, maka tidak akan mati hatinya.

سبحان الله مل ء الميزان، ومنتهى العلم، ومبلغ الرضا، وزنة العرش

والحمد لله مل ء الميزان ومنتهى العلم – ومبلغ الرضا، وزنة العرش

والله أكبر مل ء الميزان، ومنتهى العلم، ومبلغ الرضا وزنة العرش

لا ملجا ولا منجى من الله إلا إليه

سبحان الله عدد الشفع والوتر، وعدد كلمات الله التامات كلها

والحمد لله عدد الشفع والوتر، وعدد كلمات الله التامات كلها

والله أكبر عدد الشفع والوتر، وعدد كلمات الله التامات كلها

أسألك رب العالمين

*7.  Imam Ajhuriy berkata : “Barang siapa yang pada hari ‘asyuro* membaca,

 حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير ٧

[Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannashiir 7×]

 حسبى الله ونعم الوكيل ونعم المولى ونعم النصير ٧٠

sebanyak 70 kali, maka Allah menjaganya dari keburukan tahun itu”.

*8.  Membaca do’a di bawah ini 7 x*

بسم الله الرحمن الرحيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم سبحان الله ملء الميزان ومنتهى العلم ومبلغ الرضا وزينة العرش لا ملجأ ولا منجا من الله إلا إليه سبحان الله عدد الشفع والوتر وعدد كلماته التامات كلها أسألك السلامة كلها برحمتك يا أرحم الراحمين ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم وهو حسبي ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير وصلى الله تعالى على نبينا خير خلقه سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين

*9. Melakukan 10 ritual hari ‘Asyuro (10 Muharrom):*

🚀 Shalat 2 rakaat (dengan niat hajat meminta keselamatan).
🚀 Puasa (‘Asyuro) Faidah : diampuni dosanya pada tahun yang telah lewat.
🚀 Silaturrahim. 
🚀 Shodaqoh. 
🚀 Mandi. 
🚀 Memakai celak mata. 
🚀 Berkunjung pada ulama’ (meminta do'a dan nasehat agama). 
🚀 Menjenguk orang sakit. 
🚀 Mengusap kepala anak yatim. 
🚀 Memberikan kelapangan uang belanja/ nafkah kepada keluarga. 
🚀 Memotong kuku. 
🚀 Membaca surat Al Ikhlas 1000 kali.

*Catatan:*

Syekh Abdul Hamid Al Qudsy, pengarang kitab Kanzunnajah Wassurur mengatakan bahwa, hadits shohih tentang hal-hal tersebut di atas hanyalah hadits puasa dan menambah nafkah keluarga. Selebihnya adalah hadits dlo’if dan bahkan bid’ah hasanah para ulama’.

*Referensi Dalil:*

Syaikh Nawawi Al Bantani, seorang ulama’ Nusantara yang menjadi Imam Masjidil Haram, Mufti Syafi’i di Makkah, dan rujukan ulama dunia, beliau berkata:

وَنُقِلَ عَنْ بَعْضِ اْلأَفَاضِلِ أَنَّ اْلأَعْماَلَ فِىْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ اِثْناَ عَشَرَ عَمَلًا اَلصَّلاَةُ وَالْاَوْلَى أَنْ تَكُوْنَ صَلَاةَ التَّسْبِيْحِ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى الْعِيَالِ وَاْلِاغْتِسَالُ وَزِيَارَةُ الْعَالِمِ اَلصَّالِحِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ وَمَسْحُ رَأْسِ الْيَتِيْمِ وَاْلِإكْتِحَالُ وَتَقْلِيْمُ الْاَظْفَارِ وَقِرَاءَةُ سُوْرَةِ اْلِإخْلاَصِ أَلْفَ مَرَّةٍ وَصِلَةُ الرَّحْمِ وَقَدْ وَرَدَتْ اَلْأَحَادِيْثُ فِىْ الصَّوْمِ وَالتَّوْسِعَةِ عَلَى الْعِيَالِ وَأَمَّا غَيْرُهُمَا فَلَمْ يَرِدْ فِىْ اْلأَحَادِيْثِ (نهاية الزين 196)

“Dikutip dari sebagian ulama yang mulia bahwa amal-amal (saleh) di hari ‘Asyura ada 12, yakni shalat, yang lebih utama adalah salat Tasbih, puasa, sedekah, melapangkan belanja keluarga, mandi, ziarah orang alim yang saleh, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, bercelak, memotong kuku, membaca surat Al Ikhlash 1000 kali, dan silaturrahim. Yang dijelaskan dalam hadits-hadits adalah puasa dan melapangkan belanja keluarga. Sedangkan yang lainnya tidak dijelaskan dalam hadis”. ( _Nihayatuz Zain_ hal. 196)

Puasa tanggal 10 yang disebut dengan puasa ‘Asyuro, seperti yang telah disebutkan dalam hadits :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( هَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ وَلَمْ يَكْتُبْ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَأَنَا صَائِمٌ فَمَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيُفْطِرْ )

Rosulullah SAW bersabda : “Ini (10 Muharrom) adalah hari ‘Asyuro dan Allah tidak mewajibkan puasa atas kalian dan sekarang aku berpuasa, maka siapa yang mau silahkan berpuasa dan siapa yang tidak mau silahkan berbuka (tidak berpuasa) “ (HR. Bukhori :1899 dan Muslim : 2653)

Dengan pahala akan diampuni dosa tahun yang lalu :

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“ Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu “. (HR. Muslim : 2746).

Sangat dianjurkan untuk ditambah agar bisa berpuasa di hari yang ke-Sembilan, seperti yang telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

عَنْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ حِيْنَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan (perintah sunnah) manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila datang tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa pada tanggal 9 (Muharram). Berkata Abdullah bin Abbas “ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” (HR. Muslim : 1134/2666)

Lebih bagus lagi jika ditambah hari yang ke-Sebelas seperti disebutkan dalan sebuah riwayat dari sahabat Abdullah ibn Abbas :

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاء، وَخَالِفُوا اليَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan berbedalah dengan orang Yahudi, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”. (HR. Ibnu Khuzaimah: 2095).

Lebih dari itu berpuasa disepanjang bulan Muharom adalah sebaik baik bulan untuk puasa seperti disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits yang disebutkan Imam Muslim :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ اْلمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

”Sebaik baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharom, dan sebaik-baiknya sholat setelah sholat fardhu adalah Sholat malam” (HR. Muslim No: 2755).

Mengenai puasa ‘Asyura  haditsnya seperti yang telah kami terangkan di point pertama di atas. Sedangkan hadits ‘melapangkan belanja (nafkah) adalah sebagai berikut:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ فِى يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ السَّنَةَ كُلَّهَا (رواه الطبرانى والبيهقى وأبو الشيخ)

”Barangsiapa melapangkan belanja kepada keluarganya di hari Asyura’, maka Allah melapangkan kepadanya selama setahun, keseluruhan”. (HR Thabarani, al Baihaqi, dan Abu Syaikh)

Status hadits ini dikuatkan oleh banyak ulama seperti dari Mufti Universitas Al Azhar Mesir yang mengutip dari al Hafidz as Suyuthi:

وَقَالَ الْبَيْهَقِى إِنَّ أَسَانِيْدَهُ كُلَّهَا ضَعِيْفَةٌ ، وَلَكِنْ إِذَا ضُمَّ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ أَفَادَ قُوَّةً ، قَالَ الْعِرَاقِى فِى أَمَالِيْهِ : لِحَدِيْثِ أَبِى هُرَيْرَةَ طُرُقٌ صَحَّحَ بَعْضَهَا ابْنُ نَاصِرٍ الْحَافِظُ ، وَأَوْرَدَهُ ابْنُ الْجَوْزِى فِى الْمَوْضُوْعَاتِ . وَذَلِكَ لأَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ أَبِى عَبْدِ اللهِ الرَّاوِى عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ مَجْهُوْلٌ ، لَكِنْ جَزَمَ الْحَافِظُ فِى تَقْرِيْبِهِ بِأَنَّهُ مَقْبُوْلٌ ، وَذَكَرَهُ ابْنُ حِبَّانَ فِى الثِّقَاتِ وَاْلحَدِيْثُ حَسَنٌ عَلَى رَأْيِهِ . قَالَ الْعِرَاقِى : وَلَهُ طُرُقٌ عَنْ جَابِرٍ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ أَخْرَجَهَا ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ فِى “اْلاِسْتِيْعَابِ ” وَهِىَ أَصَحُّ طُرُقِهِ . (فتاوى الأزهر –ج 9 / ص 256)

”Al Baihaqi berkata: Sanad hadis ini secara keseluruhan adalah dlaif. Namun jika diakumulasikan maka menjadi kuat. Al ‘Iraqi berkata dalam al Amali: Hadis Abu Hurairah memiliki banyak jalur riwayat yang sebagiannya disahihkan oleh al Hafidz Ibnu Nashir. Dan Ibnu al Jauzi memasukkan dalam kitab al-Maudlu’at. Sebab Sulaiman bin Abi Abdillah seorang perawi dari Abu Hurairah adalah majhul. Namun al-Hafidz Ibnu Hajar secara tegas menyatakan dalam kitab Taqribnya bahwa ia perawi yang diterima. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Maka hadis ini adalah hasan menurutnya. Al ‘Iraqi berkata: Hadis ini memiliki riwayat lain dari Jabir sesuai syarat Muslim yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam al-Isti’ab. Dan ini adalah riwayat yang paling sahih”

Al Hafidz Ibnu Hajar menambahkan riwayat berikut sebagai lanjutan hadits di atas:

قَالَ جَابِرٌ جَرَّبْنَاهُ فَوَجَدْنَاهُ كَذَلِكَ وَقَالَ أبُوْ الزُّبَيْرِ: مِثْلَهُ وَقَالَ شُعْبَةٌ: مِثْلَهُ وَشُيُوْخُ ابْنِ عَبْدِ الْبَرِّ الثَّلاَثَةِ مُوَثَّقُوْنَ وَشَيْخُهُمْ مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ هُوَ ابْنُ اْلأَحْمَرِ رَاوِي السُّنَنِ عَنِ النَّسَائِي وَثَّقَهُ ابْنُ حَزْمٍ وَغَيْرُهُ (لسان الميزان – ج 2 / ص 293)

”Jabir berkata: Kami mencobanya maka kami menemukannya seperti itu (diluaskan rezekinya). Abu Zubair dan Syu’bah berkata demikian. Guru-guru Ibnu Abdil Barr yang tiga dinilai terpercaya. Guru mereka Muhammad bin Muawiyah adalah Ibnu al-Ahmar perawi sunan dari Nasai, yang dinilai tsiqah oleh Ibnu Hazm dan lainnya” ( _Lisan al-Mizan_ 2/293)

Mengapa sebagian ulama Syafi’iyah menganjurkan 10 amal di atas dilakukan pada 10 Muharram? Sebab para sahabat sudah melakukan amal-amal saleh di bulan-bulan mulia, dan 10 Muharram termasuk di dalamnya:

وَذَكَرْنَا عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْعَمَلَ الصَّالِحَ وَاْلأَجْرَ فِي هَذِهِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ … وَقَدْ كَانَ كَثِيْرٌ مِنَ السَّلَفِ يَصُوْمُ اْلأَشْهُرَ الْحُرُمَ كُلَّهَا رُوِيَ ذَلِكَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَالْحَسَنَ الْبَصْرِي وَأَبِي إِسْحَاقَ السَّبِيْعِي وَقَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِي : اْلأَشْهُرُ الْحُرُمُ أَحَبُّ إِلَيَّ أَنْ يُصَامَ مِنْهَا (لطائف المعارف –ج 1 / ص 279)

“Telah kami sebutkan dari Abdullah bin ‘Abbas bahwa amal shaleh dan pahala di bulan-bulan mulia ini sangatlah agung. Dan sungguh banyak ulama Salaf berpuasa di bulan-bulan mulia tersebut, kesemuanya, yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Sabii. Sufyan Ats Tsauri berkata: Bulan-bulan mulia lebih saya senangi untuk melakukan puasa darinya” (al-Hafidz Ibnu Rajab, _Lathaif al-Ma’arif_, 1/279).

Saudaraku yang kumuliakan, marilah kita berdoa, semoga Allah SWT berkenan menolong kita untuk bisa memuliakan segala hal yang dimuliakan-Nya, seperti empat bulan yang mulia ini. Harapan kita semua, semoga Allah SWT meridloi dan menerima semua amal ibadah kita, dan mengampuni semua kesalahan dan dosa kita. Semoga Allah SWT berkenan meninggikan derajat kita di sisi-Nya, dan menempatkan kita kelak bersama Rasulullah SAW di surga-Nya…aamiin.

والله اعلم. سبحانك اللهم و بحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك و اتوب اليك.

_*Diambil dari tulisan berbagai tokoh:*_

📚 Syaikh Abdul Hamid Al Qudsiy (Kanzun Najah Wassurur)
📚 Al Hafidz Ibnu Hajar (Fathul Baari)
📚 Al Imam Ad Dairobi (Mujarrobat)
📚 Syaikh Yahya Zainal Ma’arif (Buya Yahya) 
📚 Syaikh Idrus Ramli
📚 Syaikh Ma’ruf Khozin
📚 Syaikh Kanthongumur
________________

Share:

Kategori Artikel