Media Sebagai Bagian Dari Dakwah untuk menyampaikan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah.


Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)

Minggu, 21 Juni 2015

ADAB ADAB BERGURU

Ulama Nusantara 
Adab-adab mulia ketika berguru :

1. Memberi salam apabila bertemu
2. Bercakap menggunakan bahasa yang sopan
3. Manis muka menerima teguran dan nasihat guru
4. Membuat kerja yang disuruh dengan ikhlas dan             bersungguh-sungguh
5. Menegur atau bertanya khabar apabila bertemu guru di         luar kawasan sekolah
6. Mendoakan kebaikan dan kebajikannnya
7. Mengeratkan silaturahim walaupun telah tamat pengajian
8. Menziarahi guru ketika berkelapangan / di hari perayaan
9. Menghormati guru sepanjang masa
10.Mengucap terima kasih kepada guru apabila                         memperolehi kejayaan


Hikmah apabila beradab dengan guru :

1. Ilmu yang dipelajari diberkati Allah
2. Membentuk peribadi dan akhlak mulia
3. Memperolehi kejayaan dunia dan akhirat
4. Mudah mengingati dan memahami pengajaran guru
5. Ilmu yang dipelajari akan berkekalan dan diamalkan
6. Sentiasa terdorong mengamalkan sifat terpuji
7. Minda cerdas dan pantas
8. Terlindung daripada perkara terkeji


Adab-adab terpuji berguru mengikut Imam Al-Ghazali :

1. Apabila bertemu dengan guru hendaklah memberi salam.
2. Jangan banyak bercakap di hadapan guru.
3. Jangan bercakap sebelum guru bertanya.
4. Jangan bertanya sebelum meminta izin dan dizinkan.
5. Jangan menyangkal (tunjuk rasa tidak puas hati) terhadap guru.
6. Jangan mengisyaratkan kepada guru dengan menyalahi pendapatnya.
7. Jangan berbisik dengan rakan di sebelah ketika guru mengajar.
8. Jangan berpaling ke kiri dan ke kanan (bermain) di hadapan guru.
9. Jangan bertanya banyak soalan kepada guru ketika guru letih.
10.Apabila guru berdiri hendaklah kita berdiri sebagai menghormatinya.
11.Jangan mengikuti guru dengan pelbagai pertanyaan setelah guru
meninggalkan majlis.
12.Jangan bertanyakan guru di tengah perjalanan sehingga dia sampai
ke rumahnya atau ke tempat duduknya.
13.Jangan bersikap buruk sangka terhadap pekerjaan guru.


Imam Asy-Syafie pernah mengungkap :

“Bersabarlah kamu dalam perjalanan jauh demi menemui gurumu
sesungguhnya lautan ilmu itu diperoleh menerusi perjalanan kamu menemuinya. Sesiapa yang tidak berasa kepahitan menuntut ilmu sedetik, ia pasti menelan kehinaan dan kejahilan sepanjang hayatnya.


Antara hak guru yang perlu ditunaikan oleh murid-murid adalah :

1. Merendah diri terhadap guru.
2. Memandang guru dengan penuh hormat dan meyakini bahawa keperibadian mereka adalah lebih sempurna.
3. Panggillah guru dengan gelaran mulia sebagai tanda menghormati mereka.
4. Mengiktiraf hak guru terhadap diri kita.
5. Mendoakan untuk guru sepanjang hayat mereka.
6. Berkelakuan penuh sopan ketika mengikuti pembelajaran.
7. Meminta izin guru sebelum memasuki kelas, rumah atau tempat yang khusus seperti bilik guru.
8. Mendengar isi pengajaran dengan tekun walaupun topik perbincangan telah diketahui.
9. Tidak mengemukakan pertanyaan bagi sesuatu masalah yang telah pun diketahui jawapannya.
10. Tidak meninggal majlis pengajaran guru sebelum waktunya kecuali uzur syar'i..
Share:

KISAH SAYYIDINA ALI


Suatu hari, Sayyidina Ali (semoga Allah memuliakan wajahnya) sedang dalam pertempuran sengit melawan seorang musuh islam, pertempuran hampir selesai Sayyidina Ali mengalahkan musuhnya dan mengangkat pedangnya untuk membunuhnya.

Begitu musuhnya tahu bahwa ia akan dibunuh ia meludahi wajah Sayyidina Ali. Pedang yang sudah terhunus kembali di sarungkan dan Sayyidina Ali segera meninggalkannya dan melanjutkan perjalanannya. Sahabatnya kemudian bertanya "Mengapa Anda meninggalkan dia ketika Allah jelas memberi Anda berkuasa atasnya?
"Sayyidina Ali menjawab,"Saya melawan dia demi Allah, tetapi ketika ia meludahi wajah saya, saya takut bahwa jika saya membunuh dia itu akan menjadi dendam pribadi dan bercampur dgn unsur balas dendam. Sudah bukan menghabisinya karena Allah.."



Diceritakan oleh Habib Ali Al Jufri

Share:

DOA MENYAMBUT RAMADHAN

Ini adalah Do ’a Sulthan Al Aulia’ Sayyidina Syaikh ‘Abdul Qadir jilani Menyambut Bulan Ramadhan  



    ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻡِ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍْﻻِﻳْﻤَﺎﻥِ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺃَﻥِ 
ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍْﻻَﻧْﻮَﺍﺭِ 
ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﻭَﺍﻟْﻐُﻔْﺮَﺍﻥِ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟﺪَّﺭَﺟَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪَّﺭَﻛَﺎﺕِ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟﺘَّﺎﺋِﺒِﻴْﻦَ ﺍﻟْﻌَﺎﺑِﺪِﻳْﻦَ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼََﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟْﻌَﺎﺭِﻓِﻴْﻦَ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍﻟْﻤُﺠْﺘَﻬِﺪِﻳْﻦَ 
 ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻚِ ﻳَﺎ ﺷَﻬْﺮَ ﺍْﻷَﻣَﺎﻥِ . ﻛُﻨْﺖِ ﻟِﻠْﻌَﺎﺻِﻴْﻦَ ﺣَﺒْﺴًﺎ  ﻭَﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴْﻦَ ﺍُﻧْﺴًﺎ 
ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺍْﻟﻘَﻨَﺎﺩِﻳْﻞِ ﻭَﺍﻟْﻤَﺼَﺎﺑِﻴْﺢِ ﺍﻟﺰَّﺍﻫِﺮَﺓِ . ﻭَﺍﻟْﻌُﻴُﻮْﻥِ ﺍﻟﺴَّﺎﻫِﺮَﺓِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻣُﻮْﻉِ ﺍﻟْﻬَﺎﻃِﻠَﺔ 
ﻭَﺍﻟْﻤَﺤَﺎﺭِﻳْﺐِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻌَﻄِّﺮَﺓِ . ﻭَﺍْﻟﻌَﺒَﺮَﺍﺕِ ﺍﻟْﻤُﻨْﺴَﻜِﺒَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻔَﻄِّﺮَﺓِ 
 ﻭَﺍْﻻَﻧْﻔَﺎﺱِ ﺍﻟﺼَّﺎﻋِﺪَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏِ ﺍﻟْﻤُﺤْﺘَﻘِﺮَﺓِ 
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻣِﻤَّﻦْ ﻗَﺒِﻠْﺖَ ﺻِﻴَﺎﻣَﻬُﻢْ ﻭَﺻَﻼَﺗَﻬُﻢْ ﻭَﺑَﺪَّﻟْﺖَ ﺳَﻴِّﺌﺎَﺗِﻪِ ﺑِﺤَﺴَﻨَﺎﺗِﻪِ 
. ﻭَﺍَﺩْﺧَﻠْﺘَﻪُ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻓِﻰ ﺟَﻨَّﺎﺗِﻚَ . ﻭَﺭَﻓَﻌْﺖَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻪِ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮﺍَّﺣِﻤِﻴْﻦَ 



Salam bagimu wahai bulan ramadhan
Salam bagimu wahai bulan qiyam
Salam bagimu wahai bulan iman.
Salam bagimu wahai bulan yang di dalamnya diturunkan AlQuran.
Salam bagimu wahai bulan yang penuh cahaya .
Salam bagimu wahai bulan yang penuh ampunan.
Salam bagimu wahai bulan ( untuk menaikkan) derajat dan keselamatan dari derajat yang rendah.
Salam bagimu wahai bulan bagi orang-orang yang bertaubat dan ahli ibadah . 
Salam bagimu wahai bulan milik orang -orang yang ma'rifat. 
Salam bagimu wahai bulan milik orang-orang yang bersungguh- sungguh. 
Salam bagimu wahai bulan yang aman. Engkau adalah penjara bagi orang orang yang melakukan maksiat & kesenangan bagi orang- orang yang bertakwa.
Salam bagi pelita yang bersinar, mata - mata yang terjaga ,airmata yang terus menetes , mihrab-mihrab yang semerbak mewangi, airmata yang tumpah, dan nafas- nafas yang naik dari hati yang hina .

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang Engkau terima puasa dan shalatnya, yang Engkau ganti kejelekannya dengan kebaikan, yang Engkau masukkan ke dalam surga -Mu dengan rahmat-Mu, dan yang Engkau angkat derajatnya dengan rahmat-Mu , wahai Dzat Yang Maha Kasih. ”


Dinukil dari Al Ghunyah li Tholibi Thoriq Al Haq karya Sulthon Al Aulia ’ Sayyidina Syaikh ‘ Abdul Qodir jilani.
Share:

RIDHA MANUSIA


RIDHA MANUSIA TIDAK MUNGKIN DICAPAI 



Sayyidina al-Imam al-Syafi'i radhiyallahu ' anhu berkata :

ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻏﺎﻳﺔ ﻻ ﺗﺪﺭﻙ ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺴﻼﻣﺔ ﻣﻦ ﺃﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺳﺒﻴﻞ ﻓﻌﻠﻴﻚ ﺑﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻚ ﻓﺎﻟﺰﻣﻪ

Ridha semua manusia adalah puncak yang tidak
.dapat kamu capai
Tidak ada jalan bagimu untuk selamat dari tikaman lidah-lidah manusia. Karena itu kerjakan apa yang bermanfaat bagimu, lalu berpeganglah dengannya
Share:

DOA SEBELUM MASUK RAMADHAN

هذا دعاء يقال قبل دخول رمضان بيوم :

اللهم اهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام والمسارعة إلى ماتحب وترضى والعافية المجللة والرزق الواسع ودفع الاسقام

اللهم ارزقني صيامه وقيامه وتلاوة القرآن فيه

اللهم سلمه لنا وتسلمه منا وسلمنا فيه وقد عفوت عنا وغفرت لنا ورحمتنا

اللهم اجعل صيامي فيه صيام الصائمين وقيامي فيه قيام القائمين ونبهني فيه على نومة الغافلين وهب لي فيه اليسر والعافية
إنك على كل شي قدير وقربني فيه إلى مرضاتك وجنبني فيه من سخطك ونقماتك ووفقني فيه لقراءة آياتك برحمتك ياارحم الراحمين‬‎.

امين يارب العالمين..

Share:

KIAT SEMANGAT DALAM RAMADHAN


1. BERDOA MEMINTA KEKUATAN BERIBADAH KEPADA     ALLAH


Rasulullah SAW mengajarkan kepada Sayyidina Mu'adz bin Jabal untuk mendawamkan membaca doa berikut setiap selesai sholat:

"Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik"

(Ya Allah Tolonglah aku agar senantiasa mengingatMu dan bersyukur kepadaMU serta mempersembahkan ibadah terbaik untukMu).

Hal ini dikarenakan bahwa kekuatan beribadah merupakan anugerah dari Allah dan kita tak dapat merasakan nikmatnya ibadah tanpa taufiq dari Allah.

Adalah Rasulullah SAW jika menghadapi Ramadhan berdoa:

"Allahumma Sallimna lirramadhan wa sallim Ramadhan Minna wa tasallimhu minna mutaqabbalan" 

(Ya Allah selamatkan aku sehingga mampu beribadah pada Bulan Ramadhan, selamatkan pula Ramdahan dari keburukan-keburukanku dan Jadikan amalku di dalamnya sebagai ibadah yang Engkau terima)



2. MENJAGA PENGLIHATAN, PENDENGARAN DAN                 UCAPAN DARI HAL-HAL YANG DIHARAMKAN

Hal tersebut karena ketiganya merupakan pintu masuk kebaikan dan keburukan dalam hati kita, jika kita bisa menjaganya maka semakin teranglah cahaya yang ada di dalam hati kita dan hal tersebut menjadi sebab semangatnya jiwa dan badan kita untuk terus beribadah kepada Allah.


3. MENGHADIRKAN ALLAH DI SETIAP IBADAH KITA

Hal yang sewajarnya bagi kita jika meningkatkan kuantitas ibadah kita di bulan Ramadhan, namun yang juga harus kita perhatikan adalah dengan kuantitas yang meningkat tersebut kita juga harus mampu menghadirkan Allah di setiap ibadah kita. 
Kita harus bisa menikmati bacaan quran kita dan memahaminya, tidak sekedar target satu hari satu juz atau lebih. Begitu juga dengan ibadah tarawih kita, jangan sekedar 20 rakaat tapi tak mendapat kenikmatan dalam sholat tersebut.

Selain itu, kita seharusnya mendisiplinkan ibadah kita di Bulan Ramadhan, jika perhari kita menargetkan 1 Juz maka dawamkanlah hal tersebut sesibuk apapun kita dan jika terlewat maka tunaikanlah itu di hari esoknya dengan tetap engkau lakukan targetmu pada hari tersebut (sebagaimana kita mengqodha' ibadah wajib kita yang terlewat).
Terkait sholawat tarawih, ikutilah pendapat jumhur empat madzhab dengan 20 raka'at dengan tanpa engkau menguranginya di setiap malam.
Demikian semoga Allah memberikan kita taufiq untuk beribadah sebaik mungkin di Bulan Ramadhan Mubarak ini.
Wallahu waliyuttaufiq.


(DISAMPAIKAN OLEH AL-HABIB ALI AL JUFRI
Share:

Kategori Artikel